Monday, March 23, 2020
Usaha dan Energi
1 m=10cm
1 Nm=10dyne cm
1 J=10erg
Nm=J
Dyne cm=erg
W = usaha (joule )
F =gaya (N)
s = perpindahan (m)
θ = sudut antara gaya F dan perpindahan s
Energi
Ep = energi potensial (joule )
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
h = ketinggian benda (m)
Energi kinetik
Ek = energy kinetik (J)
m = massa benda (kg)
v = kecepatan benda (m/s)
Energi panas
Q = Energi panas/kalor
m = massa benda
c = kalor jenis benda
C = kapasitas kalor benda
T = Takhir – Tawal
Energi listrik
W = energy listrik (joule )
V = beda potensial listrik (volt )
I = (kuat arus listrik ( ampere)
t = selang waktu (sekon)
Hukum Kekekalan Energi Mekanik
Daya
Efisiensi atau daya guna mesin
Monday, November 25, 2019
Menentukan Rumus Tangki Bocor (Torricelli) Menggunakan Prinsip Kekekalan Energi

Menentukan Rumus Tangki Bocor (Torricelli) Menggunakan Prinsip Kekekalan Energi
Mungkin kalian pernah liat sebuah tangki atau drum yang bocor di jalan ataupun di tempat umum. Percaya atau tidak, kalian bisa dengan mudah menghitung lajunya air yang mengalir keluar dari lubang yang bocor, memprediksi jarak cipratan air dan waktu yang di butuhkan air untuk mencapai tanah dari lubang yang bocor tersebut. Hal ini dinamakan konsep Torricelli atau mudahnya di sebut tangki bocor.
Materi Tangki Bocor ini sering kita jumpai ketika kita SMA pada pelajaran Fisika dan untuk mahasiswa program studi Fisika di semester awal.
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan dari kami secara ringkasnya mengenai Torricelli atau Tangki Bocor ini..
Konsep awal yang kita gunakan adalah konsep Kekekalan Energi
Menentukan Kecepatan Aliran Fluida
*menggunakan konsep energi mekanik
Menentukan Waktu Yang Dibutuhkan Fluida Untuk Sampai Ke Dasar Permukaan
*sedikit menggunakan rumus Gerak Vertikal untuk ketinggian
Menentukan Jarak Fluida
*GLB untuk rumus jarak = kecepatan dikalikan dengan waktu
Okee, jadi itu rumus yang dapat kami jelaskan buat teman teman semua terkait dari mana datangnya rumus yang sering kita pakai saat SMA. Jadi terjawab sudah. Alangkah baiknya bila kita mengetahui penuruan dari sebuah rumus, hal ini dapat mendukung kita untuk memahami isi dari rumus atau persamaan tersebut. Untuk teman-teman pelajar, jangan pernah lelah untuk mempelajari sesuatu yang baru, jangan anggap fisika atau mata perlajaran eksak yang lainnya itu sulit. Karena ketika kita mencoba untuk selalu berusaha memahami suatu materi, tanpa kita sadari materi itu akan melekat di pikiran kita dan kita akan lebih mudah untuk memahaminya.
Untuk teman-teman yang masih bingung atau ada penuruan rumus lain yang ingin diketahui, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar.
Terimakasihh.. Semoga artikel ini bermanfaat..
#fisika
#edukasi
#tangkiboc
Friday, April 12, 2019
Fluida Statis
Fluida Statis
Fluida statis atau hidrostatika merupakan salah satu cabang ilmu sains yang membahas karakteristik fluida saat diam, biasanya membahas mengenai tekanan pada fluida ataupun yang diberikan oleh fluida (gas atau cair) pada objek yang tenggelam didalamnya.
Fluida statis dipakai untuk menjelaskan fenomena-fenomena seperti kenaikan besar tekanan air terhadap kedalamannya dan perubahan besar tekanan atmosfer terhadap ketinggian pengukuran dari permukaan laut.
Massa Jenis
Massa jenis merupakan suatu ukuran kerapatan suatu benda dan didefinisikan sebagai berat suatu benda dibagi dengan dengan volumenya. Semakin besar massa jenisnya, maka benda tersebut memiliki kerapatan yang besar.
Dimana:
ρ (dibaca rho) merupakan massa jenis suatu benda (kg/m3)
m merupakan massa benda (kg)
V merupakan volume benda (m^3)
Secara kasar, massa jenis dapat digunakan untuk mengetahui apakah benda dapat mengapung di permukaan air. Benda/objek yang memiliki massa jenis lebih kecil akan selalu berada di atas massa jenis yang lebih besar. Contohnya, minyak akan selalu mengapung diatas permukaan air karena massa jenis minyak lebih kecil dari massa jenis air.

Semua benda/objek yang memiliki massa jenis lebih besar dari massa jenis air akan selalu tenggelam. Prinsip inilah yang dipakai oleh insinyur kapal dalam merancang kapal. Perhatikan gambar dibawah ini, prinsip inilah yang dipakai sehingga kapal selam dapat menyelam dan mengapung kembali ke permukaan laut.

Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis (ketika fluida dalam keadaan diam) pada titik kedalaman berapapun tidak dipengaruhi oleh berat air, luasan permukaan air, ataupun bentuk bejana air, akan berdasarkan luasan objek yang menerimanya atau kedalaman ukur. Tekanan hidrostatis menekan ke segala arah dan didefinisikan sebagai gaya yang diberikan pada luasan yang diukur atau dapat dihitung berdasarkan kedalamaan objeknya dengan persamaan
dimana:
ρ adalah berat jenis air (untuk air tawar, ρ = 1.000 kg/m3)
g adalah besar percepatan gravitasi (percepatan gravitasi di permukaan bumi sebesar g=9,8 m/s2)
h adalah titik kedalaman yang diukur dari permukaan air
Satuan tekanan adalah Newton per meter kuadrat (N/m2) atau Pascal (Pa). Contoh tekanan hidrostatik yakni pada pada aliran darah atau yang biasa kita sebut sebagai tekanan darah, merupakan tekanan yang diberikan oleh darah (sebagai fluida) terhadap dinding.

Tekanan mutlak merupakan tekanan total yang di alami benda atau objek yang berada didalam air dan dinyatakan dengan
Dimana Patm merupakan tekanan atmosfer. Tekanan mutlak merupakan tekanan sebenarnya, sehingga jika kita melakukan eksperimen dan mendapat data mengenai tekanan, maka perlu ditambah dengan tekanan atmosfer.
Hukum Pascal
Tekanan didefinisikan sebagai gaya yang diberikan dibagi luasan yang menerima gaya tersebut.
Dimana F merupakan besarnya gaya (Newton)
A merupakan luasan penampang (m2)
Dibawah ini merupakan satuan-satuan tekanan dan konversinya. Pascal merupakan satuan internasional untuk tekanan, dan atm (atmosfer) merupakan satuan yang menunjukkan tekanan atmosfer (tekanan atmosfer di atas permukaan laut sebesar 1 atm).

Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan kepada fluida dalam ruang yang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah. Formula hukum Pascal dalam sistem tertutup dapat disimpulkan dengan:
Masih bingung? Yuk diskusi di Forum StudioBelajar.com
Seperti yang sudah kita tahu bahwa tekanan adalah gaya dibagi besar luasan penampangnya, maka persamaan diatas dapat ditulis kembali sebagai berikut:
Sehingga:
Dimana d1 merupakan diameter permukaan 1 dan d2 merupakan diameter permukaan 2.

Perhatikan skema mekanisme hidrolik diatas. Karena cairan tidak dapat ditambahkan ataupun keluar dari sistem tertutup, maka volume cairan yang terdorong di sebelah kiri akan mendorong piston (silinder pejal) di sebelah kanan ke arah atas. Piston di sebelah kiri bergerak ke bawah sejauh h1 dan piston sebelah kanan bergerak ke atas sejauh h2. Sesuai hukum Pascal, maka:
Sehingga:
Contoh Soal Fluida Statis dan Pembahasan
Contoh Soal Fluida Statis 1
Sebuah bola besi yang bermassa 220 kg dan volume 0,2 m3 masuk ke dalam kolam. Apakah bola tersebut akan tenggelam atau mengapung ke permukaan air?
Pembahasan:
Diketahui bahwa
Oleh karena maka bola akan tenggelam.
Contoh Soal Fluida Statis 2
Berapa besar balon yang diisi dengan gas mulia helium yang dibutuhkan untuk mengangkat seorang lelaki yang bermassa 100 kg? Massa jenis helium sebesar dan massa jenis udara sebesar
. Massa balon diabaikan.
Pembahasan:
Agar balon dapat mengangkat orang tersebut, maka massa (balon+orang) harus lebih rendah dari massa udara.
Diketahui bahwa
Sehingga dapat diketahui besar volume balon yang harus diisi dengan helium yakni harus lebih besar dari 88,8 m^3 agar laki-laki tersebut dapat terangkat (massa jenisnya menjadi lebih ringan dari massa jenis udara)
Thursday, April 11, 2019
Momentum & Impuls
Momentum linear atau biasa disingkat momentum didefinisikan sebagai hasil kali massa dengan kecepatan.
p = m v
Keterangan : p = momentum, m = massa (kilogram), v = kecepatan (meter/sekon)
Momentum merupakan besara vektor sehingga selain mempunyai besar, momentum juga mempunyai arah. Arah momentum sama dengan arah kecepatan benda atau arah gerakan benda.
Momentum berbanding lurus dengan massa dan kecepatan. Semakin besar massa, semakin besar momentum. Demikian juga semakin besar kecepatan, semakin besar momentum. Misalnya terdapat dua mobil, sebut saja mobil A dan mobil B. Jika massa mobil A lebih besar dari massa mobil B dan kedua mobil bergerak dengan kecepatan yang sama maka mobil A mempunyai momentum lebih besar daripada mobil B. Demikian juga jika mobil A dan mobil B mempunyai mempunyai massa sama dan mobil A bergerak lebih cepat daripada mobil B maka momentum mobil A lebih besar daripada momomentum mobil B. Apabila sebuah benda bermassa tidak bergerak atau diam maka momentum benda tersebut nol.
Satuan internasional momentum adalah kilogram meter / sekon, disingkat kg m/s.
Impuls didefinisikan sebagai hasil kali gaya atau resultan dengan gaya dengan selang waktu.

Keterangan :
1. Bola bermassa 1 kg dilempar horisontal dengan kelajuan 2 m/s. Kemudian bola dipukul searah dengan arah mula-mula. Lamanya bola bersentuhan dengan pemukul 1 milisekon dan kelajuan bola setelah meninggalkan pemukul adalah 4 m/s. Berapa besar gaya yang diberikan oleh pemukul pada bola ?
Pembahasan
Diketahui :
Arah gerakan bola sama sehingga kelajuan awal dan kelajuan akhir mempunyai tanda yang sama.Ditanya : gaya F
Jawab :

Pembahasan
Diketahui :
m = 1 kg, vo = 10 m/s, vt = -20 m/s
Arah gerakan atau arah kecepatan bola berlawanan karenanya kelajuan awal dan kelajuan akhir mempunyai tanda yang berbeda.
Ditanya : impuls (I)
Jawab :
I = m (vt – vo) = (1)(-20 – 10) = (1)(-30) = -30 kg m/s.
Tanda negatif menunjukan bahwa arah impuls sama dengan arah kelajuan akhir bola (ke kiri).
Pembahasan
Diketahui :

Jawab :
(a) Gaya yang dikerjakan oleh tangan siswa pada bola jika waktu kontak 0,01 sekon

Hukum III Newton : F aksi = – F reaksi
Besar gaya yang dikerjakan bola pada tangan siswa adalah 200 Newton.
(c) Gaya yang dikerjakan oleh bola pada tangan siswa jika waktu kontak 0,001 sekon

Wednesday, April 10, 2019
Trigonometri

Tabel Sin Cos Tan Sudut Istimewa
Jika penjelasan pada tabel diatas dijelaskan secara 4 kuadran maka jika digabungkan untuk anda bisa download tabel sin cos tan rumus ini di hp atau komputer kalian masing – masing maka rumusrumus.com telah menyediakannya dari hasil gabungan tabel yang dijelaskan diatas, berikut nilai lengkap dari tabel sin cos tan sudut istimewa

Dan mungkin sebatas tambahan informasi saja kepada kalian bahwa pengertian sinus (sin) didalam ilmu matematika menurut wikipedia adalah perbandingan antara sisi segitiga yang ada didepan sudut dengan sisi miring, tetapi dengan catatan bahwa segitiga tersebut adalah sebuah segitiga siku – siku ataupun salah satu sudut segitiga itu mempunyai nilai 90 derajat.
Untuk Pengertian cosinus (cos) didalam ilmu matematika menurut wikipedia adalah suatu perbandingan sisi segitiga yang terletak didalam sudut dengan sisi yang miring, dengan catatan bahwa segitiga tersebut merupakan segitiga adalah segitiga siku – siku ataupun salah satu sudut segitiga itu mempunyai nilai 90 derajat.
Sedangkan untuk pengertian tangen didalam ilmu matematika menurut wikipedia suatu perbandingan sisi segitiga yang ada didepan sudut tersebut dengan sisi segitiga yang terletak di sudut, dengan catatan bahwa segitiga tersebut merupakan segitiga adalah segitiga siku – siku ataupun salah satu sudut segitiga itu mempunyai nilai 90 derajat.
Tabel Trigonometri Untuk Seluruh Sudut
Jika tabel diatas menjelaskan cara menghitung sin cos tan dengan tabel trigonometri sudut istimewa yakni sudut sudut istimewa seperti 0°, 30°, 45°, 60°, dan 90° sehingga akan membantu kalian menghafal dengan cepat nilai sin cos tan dari tabel trigonometri diatas, maka disini akan dijelaskan secara lengkap dan detail tentang nilai sin cos tan untuk seluruh sudut mulai dari 0° sampai 360° sehingga dengan angka pada nilai dibawah ini menjadi cara cepat anda untuk menemukan nilai sin cos tan dengan tepat dan efektif.
Tabel Trigonometri Sudut 0° sampai 90°

Tabel Trigonometri Sudut 90° sampai 180°

Tabel Trigonometri Sudut 180° sampai 270°

Tabel Trigonometri Sudut 270° sampai 360°

Itulah materi tentang sin cos tan tabel yang dapat diuraikan oleh RumusRumus.com semoga kita dapat memahaminya dengan baik… semoga bermanfaat





